Air Terjun Peucari yang Mengagumkan

Aceh tak selalu tentang wisata reliji, ada banyak sisi lain dari provinsi ujung Nusantara ini yang menarik untuk dikulik.

Salah satunya adalah kekayaan wisata alam Aceh Besar.

Kabupaten yang menjadi tetangga ibukota provinsi ini menyimpan pesona keindahan air terjun yang membuat mulut berdecak kagum.

Betapa tidak, air terjun yang menyimpan keindahan alami persembahan dari alam ini membuat lelah terbayar lunas setiba di lokasi.

Siapa sangka dari balik gugusan Bukit Barisan Sumatra yang memeluk kawasan Kota Jantho, tujuh tingkat air terjun membuat mata terpana dengan pesonanya.

Menuju Lokasi
Tak heran kalau namanya masih asing terdengar, pun di telinga warga lokal.

Ia sendiri mengaku mengetahui keberadaan air terjun Peucari dari seorang kawan yang masuk dalam daftar orang-orang pertama penemu spot destinasi baru.

Penasaran dengan cerita sang kawan, ia bersama teman-temannya dari agen travel nekad menjajal belantara Jantho.

Tanpa petunjuk arah dan tanpa pemandu.

Waktu yang tepat untuk berkunjung kemari adalah pada pagi hari.

Dengan pertimbangan jarak tempuh serta kondisi lokasi yang kerap diguyur hujan saat hari beranjak petang.

Mengingat lokasinya tersembunyi jauh di Desa Bueng, Kota Jantho jangan lupa memboyong konsumsi jika tak mau keroncongan.

Sebab anda tak akan menemukan pedagang yang berjualan makanan di tempat ini.

Jika berangkat dari Kota Banda Aceh, menempuh jarak sekitar 45 km untuk tiba di lokasi.

Kita bisa menggunakan sepeda motor jenis apa saja.

Berkendara sekitar 1 jam untuk kemudian sampai di Kota Jantho.

Jantho merupakan ibukota Kabupaten Aceh Besar.

Namun setiba di sini, perjalanan yang sesungguhnya baru saja dimulai.

Di sini anda bisa menggunakan jasa pemandu yang berasal dari warga setempat.

Jika datang bersama rombongan, cukup membayar Rp 200 ribu saja untuk sekali trip.

Silahkan memarkir kendaraan yang diperuntukkan khusus bagi pelancong.

Lalu ayunkan langkah menapaki jalan tracking sepanjang 4,5 km yang memakan waktu hingga 2 jam.

Lelah tentu saja, namun terutama disebabkan beratnya medan yang harus dilalui termasuk melewati beberapa anak sungai.

Pastikan memakai baju lengan panjang berikut celana panjang yang nyaman.

Jangan lupa pula membungkus kaki dengan sepatu yang juga nyaman dipakai untuk tracking.

Sebab medan yang dilalui langsung bersentuhan dengan semak belukar dan pepohonan ranting berduri.

Menyusuri anak sungai juga membuat medan menjadi licin.

Tak jarang lintah menempel di kaki tanpa disadari. Wah!

Tempat ini juga merupakan habitat lebah yang berkembang biak secara alami, bukan budidaya.

Tenang saja, mereka tak akan mengganggu selama kita tak mengusik keberadaannya.

Air terjun tujuh tingkat
Air terjun dengan karakteristik berundak-undak hingga tujuh tingkat menjadi magnet kuat para penjejalah menaklukkannya.

Airnya jernih lagi dingin dengan arus yang cukup deras.

Mengalir dari ketinggian sekitar 70 meter.

Yang membuat mata terkesima tentu saja pemandangan si air terjun yang berudak-undak, bergemericik jatuh di bebatuan dengan ketinggian sekitar 10 meter di tiap tingkatnya.

Di bawahnya telaga dengan kedalamanan yang terbilang dangkal menyemburkan kesegaran lewat airnya yang hijau toska.

Sementara sekelilingnya adalah hutan belantara yang menyegarkan mata.

Di sini pengunjung bebas berenang atau sekedar bersantai ria di tepian telaga.

Merasakan atmosfer alam yang menenangkan pikiran dan menentramkan jiwa.

Selain menyesap kesejukan, air terjun Peucari juga menjadi surga bagi pecinta fotografi.

Ada banyak spot menarik bagi anda fotografer atau para selfie mania yang hunting lokasi baru dan seru.

Keindahan panorama yang disuguhkan amat sayang jika tak diabadikan.

Siapkan kamera anda. Happy traveling!

Teks ://www.tribunnews.com/travel/2015/08/19/air-terjun-peucari-tersembunyi-di-belantara-jantho-objek-wisata-baru-di-aceh-besar?page=4.